Biasanya aku males ngeliat atau ngomongin politik, tapi sekarang benar-benar lagi demam politik jadi mau gak mau terbawa juga.
Pikir-pikir lumayanlah buat tambah-tambah wawasan
Kadang ketawa, salute dan senang (kalau tebakan kita pas) juga malu ngeliat kelakuan aktor-aktor politik kita belakangan.
Dari mulai peran utama, peran pembantu hingga peran pembantunya para pembantu semua keliatan ambisius dan merasa paling benar.
Yang ketangkep mata awam malah ‘nih orang ambisi banget, jangan-jangan punya agenda pribadi’ seoalah-oleh mereka bukan memperjuangkan kita.
Serasa mereka justru menjadikan kita ‘mata uang’ yang musti dimiliki sebanyak-banyaknya agar bisa membeli segala keinginannya. Lanjutkan membaca ‘Ngomong Politik’




















Nyang Ngomentarin