Kecanduan Internet

candu internetTeman-Temin… apa internet bisa disebut sebagai candu baru seperti halnya mariyuana (syereem), putaw, inex, miras atau apalah yang syerem2 itu. Ups juga rokok, nicotine, dan cafein.

Bisa gak yah orang dibilang kecanduan internet, internet freak, atau lebih umum mungkin komputer.

tiket.comIntenet yang tadinya pilihan lambat laun berubah jadi kebutuhan bahkan *buat orang tertentu* udah jadi ketergantungan alias ketagihan. Banyak kok! Setuju ato gak itu terserah Anda, gw emang blom pernah baca jurnal yang tentang tingkat ketergantungan internet di Indonesia. Tapi gw yakin banyak dan cukup significant dibanding pengguna intenet keseluruhan.

Apalagi teman-temin yang punya blog dan suka blog walking. Gimana rasanya kalo sehari aja gak OL. Misal yang biasa OL di kantor ato kampus. Terus gimana rasanya kalo pas liburan Sabtu-Minggu gini. Atau yang lain, mis biasa OL di w-net, gimana rasanya kalo gak OL seminggu :((

Apalagi didukung oleh kemajuan teknologi yang demikian cepat. Baik komputer, software, akses jaringan, penyedia jaringan, sampai yang mobile sekalipun.

Dari sisi perangkat mobile udah ada smartphone symbian, linux sampai windows. PDA yang dulunya cuma buat orat-oret stand alone sekarang udah dibenam kemampuan komunikasi nirkabel, tanpa tambahan jacket atau slot khusus kayak jadul, baik GSM maupun CDMA.

Blom lagi puas di ekploitasi sekarang malah bukan sekedar connect, tapi broadband udah bisa dikantongin berkat teknologi HSDPA-nya 3,5G.

Blom lagi yang memang dikhususkan untuk itu seperti Wi-Fi dan kakaknya WiMax yang sangat menjanjikan.

Hemat gw sih kedepan tetep orang suka yang kompatible, artinya sistem atau akses konvergen macem 3,5G lebih diminati. Tapi tetep ada juga pasar data nirkabel yang pure data, seperti SOHO (industri kecil) juga warnet dan perkantoran/perumahan. Yang lebih bersifat diam, tidak bergerak.

Apalagi dengan makin canggih dan memasyarakatnya VoIP dan PTT, makin tipis batas antara perangkat komunikasi suara dan data tadi.

Mendingan dari sekarang kita udah biasakan diri dengan GPRS atau CDMA serta 3G bagi yang beruntung ada di kota besar. Biar kita familiar dan bisa mengikuti lompatan demi lompatan teknologi tersebut.

Teknologi informasi bukan lagi buat anak TI, IT, webmaster atau para maniak teknologi dalam arti sempit. Teknologi informasi udah jadi mass industry, mass needed, mass business. Sudah banyak, mudah dan terjangkau.

Makanya operator telekomunikasi mulai melirik dan memberikan andil kearah percepatan tadi. Mis tarif GPRS yang sangat murah hanya Rp.1,-/kb. Bayangkan dengan tarif jadul yan diatas Rp.25,-/kb. Masih ada gak ya yang ketinggalan jaman gitu, gak lama juga ikut turun.

Juga kestabilan dan kecepatan akses yang makin menjanjikan. Malah bukan mustahil segera keluar voucher khusus data (GPRS/3G).

Dan operator yang paling inovatif-lan yang akan jadi leader. Paling gak akan dikenang terobosannya sebagai pioneer dan pendukung kemajuan anak bangsa.

Walau belum tentu jadi pemimpin pasar. Sebab di Indonesia followers lebih galak dan somse dari leader. Dan banyak masyarakat ambil pilihan, termasuk buat membeli, cuma asal-asalan. Ikut-ikutan atau kurang kritis dan itu yang dimanfaatkan industri.

Kebanyakan dari kita suka dengan budaya tutur (lisan) daripada baca (tulisan), makanya informasi yang diperoleh dangkal bahkan bias.

Kapan ya biaya pendidikan disini murah bahkan gratis biar bisa lebih merata dan kita gak jadi konsumen terus😦

7 pemikiran pada “Kecanduan Internet

  1. Goa Garba

    kalo saya pake xplor unlimited whuuah maknyuosss tenan mas… murah meriah 50ribu sebulan kali orang empat. kartunya setiap hari kepake 24 jam….

    jan unlimitednya xplor corporate joosss tenan!

    Suka

  2. Benar sekali… masing-masing punya kelebihan dan segmen sendiri-sendiri. xplor dengan unlimit-nya khan pasca bayar yang memerlukan persyaratan administrasi dan tidak semua orang diapprove atau punya nyali untuk apply.

    Sedang Mentari khan pra-bayar yang bisa kapanpun dan oleh siapapun, utamanya yang kebutuhannya tidak terlalu tinggi dan newbie di dunia internet akan sangat bermanfaat.

    Setidaknya Mentari telah memberikan tarif yang realistis dan sangat mudah untuk mengitungnya. Kami juga sekarang sering komnunikasi dengan istri yang berbeda kota melalui email, langsung drai HP. Karena bisa di-insert gambar atau suara anak-anak yang di rekam. Tarifnya jauh lebih ekonomis daripada MMS🙂

    BTW IM3 juga tarif GRPS-nya cuma Rp.1,-/kB. Bisa pilih yang timebase atau volum base.

    Suka

  3. Orang bisa mengalami kecandunan internet. Ini sudah terjadi, tetapi blom dipahami. Sesuatu dibilang kecanduan, apabila orang tersebut melakukan berlebihan, dan berdampak merugikan aktifitasnya sehari – hari.

    Definisi simpel dan pass bangets. Ups tapi kalau cuma itu dan tidak menimbulkan ketergantungan apa bisa dibilang kecanduan?

    Suka

  4. Ping-balik: terapi bagi yang kecanduan internet | WoKay™ mania!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s