apa kata dunia?!

Jauh sebelum bulan Agustus gw terinspirasi membuat tulisan tentang arti/makna kemerdekaan. Bahkan lengkap dengan banner (alakadarnya) lalu gw publis pas tanggal 1 Agustus 2007 jam 00:00 Wita
Bagaimana kita menyikapi dan memanfaatkan momentum perayaan HUT Proklamasi Ke-62 sebagai refleksi diri dalam berfikir dan bertindak untuk kehidupan Indonesia yang lebih baik.

Namun hiruk-pikuk perayaan proklamasi 17 Agustus kali ini lebih menjadi bias tak menemukan substansinya dengan adanya persoalan (tepatnya kejadian yang lalu dipersoalkan) penemuan ‘kembali’ lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh seorang ‘pakar‘.

Dunia pers (cetak & elektronik) sibuk saling berlomba mem-publish peristiwa tersebut agar tidak kehilangan muka. Dan (sukur-sukur) bisa mendongkrak popularitas (baca rating). Para blogger juga saling berlomba untuk memuat berita, fakta, kajian bahkan sekedar komentar (termasuk posting gw ini) dengan berbagai argumen atau tujuan.

Jangan lupa Bung bahwa (menurut gw) lagu, bendera serta lambang kebangsaan suatu negara hanyalah simbol. Tanda agar satu sama lain unik, that’s it!

Betul itu jadi identitas dan kebanggaan kita. Terus lantas apa? Cuma bangga dan bahkan jadi sombong?! Karena bangga kita jadi kreatif, tidak korup dan adil. Amin jika itu kenyataan.

Simbol diperlukan ‘hanya’ sebagai pembeda dan penegas identitas. Simbol hanya akan efektif memberikan dorongan pada masa permulaan (sebelum dan awal kemerdekaan). Dan, biasanya, sebatas permukaan. Lipstik. Kosmetik.

Jujur… apakah keseharian kita sudah mencerminkan keadilan, karena satu bangsa!
Apakah dalam keseharian kita sudah mencerminkan solidaritas sosial karena satu bangsa!

Serta sederet pertanyaan yang jawabannya hanya kita yang tahu.

Alangkah indahnya jika, boleh kan berandai-andai, pada peringatan kemerdekaan sang Pemimpin menghidupkan kembali nilai2 mulia kemerdekaan dengan menegaskan bahwa kita bangsa merdeka yang…bebas dari:
– hutang luar negri.
– kebodohan.
– kemiskinan.
– ketakutan.
– kesewenangan.

Dan berujar “… mari bersama kita bahu membahu mewujudkan cita-cita tersebut sesuai peran dan fungsi kita masing-masing sebagai amanah dari para pahlawan, cerdik-pandai serta seluruh masyarakat dimasa kemerdekaan 1945. Mari satukan langkah rapatkan barisan, kita kembali berjuang melawan musuh-musuh yang ada… siapa yang menghalangi adalah musuh kita bersama. Merdeka!”

Baca juga Merdeka!

3 pemikiran pada “apa kata dunia?!

  1. Alangkah indahnya jika, boleh kan berandai-andai, pada peringatan kemerdekaan sang Pemimpin menghidupkan kembali nilai2 mulia kemerdekaan dengan menegaskan bahwa kita bangsa merdeka yang…bebas dari:
    – hutang luar negri.
    – kebodohan.
    – kemiskinan.
    – ketakutan.
    – kesewenangan.
    ———–
    Pasti Indah Sekali, Ya❓

    Amin

    Suka

  2. tsugaeda

    setuju banget!
    simbol-simbol macam itu cuma jembatan menuju nasionalisme
    bukan nasionalisme itu sendiri

    itu die maksud gw, tapi susah banget ngomongnya (y):lo:

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s