Perjalanan Terbesar Umat Manusia Hingga Akhir Zaman

Empat belas abad yang lalu telah terjadi peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia hingga akhir zaman. Sebuah perjalanan spektakuler bahkan lebih karena keterbatasan kosa kata yang kita miliki untuk mendefinisikannya.

Seorang hamba dari sekian milyar atau bahkan trilyun, bilyun dan seterunya yang hanya rekayasa manusia yang sangat terbatas pengetahuannya dalam mendefinisikan jumlah dan angka, telah mendapat kehormatan tertinggi untuk langsung menghadap sang MAHA PENCIPTA.Manusia itu adalah seorang Muhammad SAW (nabi yang diutus untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman) yang menerima perintah langsung dari pemilik alam semesta, berupa perintah Shalat.

tiket.comSebagai mahluk yang berakal, dengan segala keterbatasannya, kita arus mengakui serta meyakini perjalanan tersebut sebagai sebuah kenyataan. Yakni perjalanan yang benar-benar terjadi secara fisik (material), bukan perjalanan bathin semata.

Jika Anda masih ragu…  apalagi menganggap kejadian tersebut hanyalah perjalanan bathin (layaknya kita bermimpi) maka Anda masih salah dan perlu untuk mencari tahu dimana letak kebenaran tersebut. Kita, manusia, digolongkan sebagai mahluk yang sempurna karena diberikanNYA akal sebagai alat (perangkat) untuk belajar dan mendapatkan kebenaran.

Seluruh alam semesta serta kejadiaannya adalah ilmu, kalam serta hikmah yang bisa menjadi guru dan memperteguh keyakinan terhadap hal tersebut.

Kebenaran kadang tidak belum kita jumpai manakala kita tidak mencari.
Kebenaran kadang samar dan terkubur kepalsuan manakala kita sombong dan angkuh.
Kebenaran bahkan tidak akan kita jumpai hingga akhir (hayat) manakala kita diam, diam tidak mencari, belajar dan memposisikan diri kita sebagai seorang hamba. Orang yang tunduk patuh terhadap kebenaran dan bukan apa-apa jika dibandingkan orang lain apalagi kebenaran itu sendiri.

Keterbatasan manusia akan ilmu, pengetahuan serta teknologi yang membuat kita sulit menerima kebenaran peristiwa tersebut. Lebih” dengan keangkuhan dan kesombongan karena merasa segala sesuatu harus exact, nyata dan terukur padahal dengan ukuran atau ilmu tentang sesuatu yang nyata tersebut sangat amat terbatas. Ilmu manusia bisa diibaratkan dengan setetes air dari samudra luas ilmu SANG PENCIPTA.

Hingga hari ini satu persatu bukti, karena manusia selalu menuntut akan adanya bukti sebagai pemuas nafsu akan rasa ingin tahu serta sebagai pembenaran atas keingkaran mereka para kaum yang ingkar, akan perjalanan akbar tersebut mulai ditemukan umat manusia.

Apakah kita sadar bahwa gemerlap bintang yang kita lihat di malam hari adalah hanya merupakan pendaran cahanya benda langit (sejenis matahari) yang terpancar jauh jutaan tahun yang lalu sebelum saat diterima mata kita.

Apakah kita sadar bahwa kendaraan yang kita tumpangi saat ini sudah sangat jauh melebihi kecepatan kendaraan yang ditumpangi oleh nenek moyang kita ratusan tahun lalu.

Apakah kita pernah mendengar teori bigbang, tentang ledakan dasyat yang terjadi milyaran tahun yang lalu saat terciptanya alam semesta akibat benturan/ledakan dasyat, yang telah dijelaskan dalam kitab suci empat belas abad yang lalu dan baru terlihat sebagian buktinya di abad kedua puluh.

Apakah kita sadar bahwa diluar kehidupan kita yang sementara bahkan amat singkat ini ada kehidupan kekal abadi disisi yang MAHA KEKAL lagi MAHA ABADI.

Apakah kita sadar akan penciptaan umat manusia di muka bumi… ?!

Dari fakta-fakta diatas:
– cahaya bintang jutaan tahun yang lalu baru sampai ke bumi
– kendaraan, buatan manusia, yang semakin cepat
– teori bigbang serta citra yang ditangkap teleskop dari peristiwa milyaran tahun lalu.

Dari fakta” diatas menunjukkan bahwa jika ALLAH menghendaki terjadinya peristiwa perjalanan seorang manusia ke Arrasy’ kerajaanNYA bukanlah sesuatu yang mustahil. Seperti juga melihat surga dan neraka secara langsung.

Sebab ruang dan waktu hanyalah definisi sempit manusia.

Hikmah utamanya adalah betapa pentingnya tugas atau perintah atau amanah yang diberikan pada peristiwa tersebut bagi seluruh umat manusia. Yakni perintah SHALAT.
SHALAT sebagai satu-satunya prasyarat dalam metode perhitungan amal baik dan buruk umat manusia. Tanpa shalat maka tidak ada yang perlu dinilai ???

Analogi shalat seperti mendaftar untuk ikut dalam suatu test atau kompetisi.
Tanpa mendaftar sepandai apapun, sebaik apapun, sekompeten apapun dia tetap diluar sistem dan tidak akan diperhitungkan sama sekali amalan selama di dunia😦

Lebih dan kurangnya kami mohon ma’af jika ada salah tolong segera ditegur agar tidak menjadi fitnah.
Wassalam🙂

Solusi Tiket Murah http://goo.gl/ySJDq1
| Pesawat | Kereta | Hotel | Konser | Bioskop |

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s