Pelanggan Selular Dunia Tembus 5 Milyar

Tahun 2010 baru saja kita lewati, diprediksi jumlah pelanggan selular dunia akan menembus angka 5 milyar. Angka yang cukup fantastis dan tak terbayangkan 10 tahun lalu.

Di Indonesia sendiri, konon, jumlah pelanggan selular telah mendekati angka 200 juta atau hampir menyamai jumlah penduduk.

Benar bahwa saat ini banyak orang yang memiliki/menguasai lebih dari 1 nomor. Adalah benar pula karena saat ini marak HP ‘lokal’ yang mengusung konsep qwerty dengan dual SIM card.

Terlepas dari itu apakah berarti pasar di industri selular sudah jenuh?
Tidak pasar di industri selular tetap bergairah dan mempesona, baik itu industri perangkat keras seperti handphone, smartphone, blackberry, i-phone, android hingga tablet serta pocket PC.Jumlah pelanggan selular akan tetap tumbuh seiring pertumbuhan penduduk serta tingkat daya beli, ekonomi, masyarakat yang semakin baik. Namun kecenderungannya yang mulai dan akan selalu bergeser.

Paruh pertama tahun 90an jasa selular didominasi voice/suara dan baru paruh kedua era 90an mulai booming SMS setelah dibukanya jalur SMS lintas operator.

Begitupun lima tahun pertama abad milenium (2000-2005) pasar mulai sedikit bergeser ke data (GPRS) untuk download content, chating serta membuka halaman WAP.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Paruh kedua adalah masa yang tidak terbayangkan karena terjadi perubahan yang demikian masif dari sisi infrastruktur dengan hadirnya 3G dan seterusnya serta merakyatnya social media melalui perangkat mobile.

Facebook serta Twitter yang fenomenal mampu melakukannya denga cepat dan merata melebihi yang kita bayangkan sebelumnya.

Kehadiran teknologi jaringan, Web-2 serta gempuran vendor/pabrikan perangkat mobile yang terjadi secara bersamaan memaksa operator penyedia jasa lebih ‘realistis’ dalam menerapkan tarif karena sudah menjadi kebutuhan serta konsen (aware) masyarakat sebagai pasar.

Kedepan masih akan terus berlanjut dan para pengembang aplikasi serta penyedia konten harus semakin kreatif membaca keinginan pelanggan serta mengambil peluang ‘niche’ untuk memenangkan kompetisi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s