Hambatan atau Kebiasaan

Seringkali kita mengalami mis-komunikasi yang berujung pada kekecewaan. Baik tingkat biasa seperti terbuangnya waktu dan atau tenaga hingga kegagalan suatu project atau rencana kerja yang telah kita buat.

Memasuki lingkungan baru, seperti pindah rumah atau kerja di lokasi dengan kultur budaya apalagi bahasa ibu yang berbeda akan memperbesar peluang akan terjadinya hal ini.

Hadirnya perangkat telekomunikasi modern dan pintar seperti smartphone dan blackberry serta penetrasi penggunaan serta aktifitas jejaring sisial -social media- seperti facebook, twitter, myspace serta teknologi web2 tidak serta merta mengurangi hambatan ini.

Malah sering kita dengar istilah ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’ ironis memang.
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
Mis-komunikasi tidak hanya terjadi dilingkungan organisasi kecil namun –bahkan bisa lebih akut– juga menimpa lingkungan organisasi besar serta pemerintahan. Bahkan ditengarai perusahaan-perusahaan telko sendiri tidak jarang mengalami masalah ini. Ironis memang.Hambapatn komunikasi bisa dieleminir setidaknya dengan beberapa upaya seperti:

  • Alignment, antar fungsi dan individu-individu di dalamnya.
  • Deculturisasi, dalam artian positif sebagai peleburan kultur masing-masing individu ke dalam kultur kelompok atau perusahaan.
  • Language, menggunakan bahasa serta tata bahasa baku dalam berinteraksi. Kecuali interaksi terbatas yang memang sama-sama dipahami tentu.
  • Insiatif, kunci dari semuanya adalah inisatif dari masing-masing pribadi untuk bertanya maupun konfirmasi ulang atas segala sesuatu informasi, berita apalagi order (perintah).

Beberapa hal diatas dapat mengantisipasi adanya mis-komunikasi baik sebelum maupun saat interaksi (komunikasi) berlangsung.

Satu hal lagi yang menjadi hambatan kita adalah rasa sungkan/malu yang tidak pada tempatnya. Malu untuk konfirmasi ulang, malu untuk bertanya lagi, malu untuk mengingatkan komitmen maupun dari pihak pemberi tugas malu bertanya ulang apakah informasi telah diterima dan dipahami dengan clear🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s