Budaya Mudik

Sambil menunggu boarding penerbangan tengah malam (midnight) ini saya coba menulis satu dua kalimat buat di share.

Tahun ini agak berbeda dari tahun2 sebelumnya karena lokasi tugas saya sudah di pulau Jawa tapi keluarga (anak-istri) masih di Makassar. Jadinya Lebaran kali ini lebih seru, lebih panjang perjalanannya dan tentunya lebih mahal..

Etape pertama saya tempuh perjalanan darat, dengan bis malam yang kebetulan disediakan oleh Indosat secara gratis, dari Pekalongan ke Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 15 jam. Cukup lama karena bis menempuh jalur tengah lewat Subang. Dan kami terkena macet sepanjang rute Pamanukan-Karawang.

Perjalanan yang ‘melawan’ arus mudik jadi berkah tersendiri karena jalur relatih lengang dibanding arah yang berlawanan.

Setelah 3 Hari dan 2 Malam di rumah orang tua di Jakarta, malam ini saya lanjutkan perjalan mudik kali ini dengan pesawat, Sriwijaya Air*, rute Jakarta ke Makassar dengan waktu tempuh sekitar 2 Jam.

Insya Allah pesawat akan tiba di Makassar sekitar 01:30 WITA .
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
[Sambungan]
Dari bandara, dengan menumpang taxi karena keluarga sudah pulkam duluan jadi gak ada yang jemput, kami menuju prumahan Bukit Baruga sambil tak lupa membeli bekal nasi buat makan sahur.

Siang harinya kami pesat tiket bus untuk malam itu dengan tujuan Masamba. Arus mudik via darat dengan bus malam antar kota di Sulawesi agak berbeda, tidak terlalu ramai karena penumpang yang ada semua sesuai kapasitas kursi.

Okupansi penumpang arus mudik yang mendekati 100% dan tambahan armada khusus lebaran di PO Litha & Co* dan lainnya menjadikan suasana makan malam (sahur) cerita tersendiri. Karena bersamaan sekitar 6-8 bus malam berhenti di Rumah Makan yang tidak terlalu besar untuk makan sahur. Bisa dibayangkan hiruk pikuk yang ada serta serapah orang2 yang kehabisan makanan.

Alhamdulillah perjalanan mudik jalau darat trans Sulawesi sejauh 350 Km ini secara umum lancar, tanpa kemacetan maupun insiden sepanjang perjalanan.

[Sambungan]
Sekarang saya sudah di Jakarta lagi setelah sebelumnya mengawali perjalanan balik Masamba-Makassar dengan mobil pribadi –sekeluarga– yang ditempuh sekitar 11 jam perjalanan. Ups lumayan melelahkan, namun lancar dan penuh keceriaan🙂

Makassar-Jakarta ditempuh membutuhkan waktu tempuh sekitar 2 jam dan 10 menit dengan Sriwijaya* dan dilanjutkan dengan Damri* sampai terminal Rawamangun terakhir disambung Taxi* sampai ke Malaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s