Boarding Pass Hilang

Selasa28 Juli 2015 adalah hari pertama saya ke Tarakan dalam rangka pindah tugas (on duty) dari Makassar, Sulawesi Selatan, ke Tarakan, Kalimantan Utara, yang merupakan provinsi termuda di Indonesia.

Selama sekitas 18 tahun menggunakan jasa penerbangan tanah air, sudah beragam pengalaman baik yang menyenangkan maupun mengecewakan saya alami.

Beberapa pengalaman bahkan cukup fenomenal, karena diingat sampai sekarang;

Masih ingat dulu kita masih bisa merokok di dalam pesawat (Bouraq). Sebelum tahun 200o di deretan kursi belakang di izinkan untuk merokok, tapi tidak disediakan ruang khusus, saat check-in biasanya kita ditanya, jadi para smoker berlomba untuk dapat seat belakang agar bisa leluasa merokok sepanjang perjalanan.

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana onlinePengalaman terburuk – akhir tahun 2000 – waktu Almarhum Bapak meninggal, saya berangkat dari Palu ke Jakarta dengan penerangan pertama (Bouraq) dengan harapan bisa ikut penguburan. Ternyata pesawat delay sekitar 6 jam sehingga sampai Jakarta sudah malam dan -dengan berat hati- harus mengiklaskan Bapak di kubur tanpa bisa saya lihat untuk yang terakhir kali.

Sayangnya waktu itu belum ada peraturan kompensasi apa yang harus diberikan oleh operator/maskapai penerbangan yang mengalami delay atau cancel seperti sekarang.

Juga beberapa pengalaman ketinggalan pesawat dan sejenisnya yang beberapa sudah lupa atau sengaja dilupain aja. Baik yang di ganti flight lain, hangus (dipotong) 20%, hangus (dipotong) 90% hingga yang sama sekali tidak saya urus (hangus 100%) karena kecewa dengan pelayanannya (Lion).

Dari delay 1-3 jam, delay lebih dari 3 jam (parah) hingga cancel dan dipindah penerbangan di hari berikutnya, baik dengan kompensasi maupun tidak, juga pernah saya alami (Merpati).

Yang memuaskan kalau pelayanan baik dan dapat teman perjalanan enak juga sering bahkan lebih banyak sih sebenarnya. Apalagi kalau jadi penumpang di kelas Bisnis pasti nyaman karena dimanjakan😉

Hari ini -barusan- saya dapat pengalaman baru. Boarding Pass Hilang — I lost my boarding pass. Entah di cafetaria, di kursi tunggu terminal keberangkatan atau di kamar kecil (toilet). Yang jelas saat ada panggilan JT-728 rute Makassar-Tarakan ternyata Boarding Pass tidak ada di tangan.

Setelah di cari-cari dalam tas jinjing maupun kantong baju dan celana serta sekitar kursi gak juga ada, pada panggilan kedua, tanpa buang waktu saya pergi ke Gate 6, karena pesawat dipindah (seperti biasa) dari Gate 5 sesuai yang tertera di Boarding Pass. Sesampai di Gate 6 saya lapor ke Petugas yang ada.

Setelah menunggu untuk memastikan data dan keadaan diatas -Seat 18D- waktu menunggu saya melihat petugas bandara kasak-kusuk mencari seat kosong dan sejenisnya sepertinya akan diberikan (dijual) ke penumpang go show dengan menghitung beberapa kali. Maklum masih dekat dekat lebaran.Masih musim arus balik (mudik).

Setelah diperiksa identitas, kupon bagasi serta ketersediaan seat di dalam pesawat maka oleh petugas darat saya diperkenankan untuk masuk pesawat.

Di pintu pesawat tidak biasanya Co-Pilot menyambut dan menanyakan Boarding Pass, lalu saya jelaskan apa adanya. Dan kenapa saya bisa sampai kesana. Lalu saya dipersilahkan masuk tapi herannya tiket saya di pegang (pinjam/tahan) oleh Co-Pilot tadi.

Awalnya semua berjalan normal dan saya sempat duduk, pakai belt bahkan sempat bertegur sapa dengan tetangga kursi. Awak udara jugab sudah memberitahu tentang situasi darurat dan seterusnya seperti biasa. Semua berjalan normal, sampai beberapa menit kemudian saya dipanggil oleh petugas darat dan diajak turun dengan membawa semua bagasi cabin.

Saya tahu bahwa akan diturunkan dari pesawat, karenanya saya tanyakan bagaimana kelanjutannya. Dan dengan jaminan -guarantee- dari petugas bandara maka saya turun. Dan benar saja pintu pesawat segera ditutup dan belalai langsung dilepas dari badan pesawat.

Selanjutnya saya diajak ke ruang check-in (lantai dasar) kembali untuk mencari/dicarikan seat pada penerbangan selanjutnya. Alhamdulillah saya dapat Boarding Pass untuk penerbangan JT-0662 tujuan Tarakan transit Balikpapan.

Meski tidak terucap tapi jelas terlihat suasana kurang harmonis antara petugas darat dengan petugas udara. Ada tarik menarik kepentingan dan saling menunjukkan superioritas antar fungsi tanpa mengindahkan keberadaan apalagi perasaan penumpang sebagai customer yang mengupah (gaji) mereka.

Catatan ini saya tulis sambil menunggu keberangkatan yang lumayan masih lama.. nikmatin aja, semua ada hikmahnya🙂

Salam Hangat,
Posted from WordPress for Android feat Sinyal Kuat Indosat

Tambahan (20 Juli 2016):

Prosedur yang benar saat menyadari bahwa boarding pass kita hilang adalah segera melapor ke Customer Service dari maskapai bersangkutan untuk melaporkan untuk minta/mendapatkan boarding pass pengganti.

Tentu hal ini hanya bisa dilakukan kalau kita masih punya cukup waktu untuk itu.

—- All in one payments point BebasBayar fit for You!—-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s